Waspada Serangan Ulat Bulu

  • 13 Mei 2013
  • Oleh: pertanian
  • Dibaca: 3717 Pengunjung
Waspada Serangan Ulat Bulu

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar beberapa hari ini belakangan disibukkan oleh laporan masyarakat Kota Denpasar tentang serangan ulat bulu di wilayah Denpasar. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari serangan ulat bulu, seperti dilansir Ehow : 1. Menyemprotkan insektisida di pagi hari. Menyemprotkan langsung insektisida pada sarangnya di dedaunan dan tanaman mampu mengontrol serangan ulat bulu dengan cepat. Pagi hari adalah waktu yang terbaik, saat ulat-ulat berjemur di bawah sinar matahari. 2. Gunakan Bacillus thuringiensis (Bt). Bacillus thuringiensis adalah pestisida alami berupa bakteri yang tergolong patogen fakultatif dan dapat hidup di daun tanaman maupun pada tanah. Bakteri ini bisa menghasilkan protein yang bersifat toksin (racun) sehingga bisa mematikan serangga. Jenis pengendalian ini dirancang tidak hanya untuk mengendalikan ulat tetapi juga akan mematikan ulat. 3. Buang daun yang menjadi sarang telur ulat Telur ulat akan terlihat jelas pada dedaunan. Jika Anda menemukannya, buang atau kubur daun yang berisi telur ulat tersebut ke tanah. Sebaiknya dilakukan di pagi atau sore hari, yaitu ketika sebagian ulat masih berada di sarang. Pastikan untuk menggunakan sarung tangan untuk menghindari terkena bulu ulat yang beracun. 4. Gunakan minyak kelapa atau batu es. Gunakan minyak kelapa murni (virgin coconut oil) atau batu es untuk membantu mengobati pembengkakan dan nyeri akibat racun ulat bulu. Bila reaksi pembengkakan berlanjut, segera hubungi dokter karena hal ini bisa menjadi reaksi alergi yang serius. 5. Jangan digaruk Tahan keinginan untuk menggaruk daerah kulit yang gatal akibat racun ulat bulu. Hal ini bisa menimbulkan luka yang bisa menyebabkan infeksi pada kulit. Sebaiknya gunakan krim atau lotion yang bisa mengurangi reaksi gatal karena gigitan serangga Untuk mengusir atau bahkan mematikan ulat bulu menggunakan bahan ramah lingkungan, yaitu cukup dengan menyiramkan air cucian beras pada tanaman atau tempat yang dirayapi si ulat bulu (daripada air cucian beras terbuang percuma).


  • 13 Mei 2013
  • Oleh: pertanian
  • Dibaca: 3717 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

Ir. I Gede Ambara Putra, M. Agb

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pertanian, Tanaman Pangan & Hortikultura Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?