Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pertanian, Tanaman Pangan & Hortikultura Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

MINA PADI “HITAM” MENSEJAHTERAKAN PETANI

Oleh : nainatrep | 11 Agustus 2017 | Dibaca : 272 Pengunjung

          Lahan Pertanian di Kota Denpasar dari tahun ketahun terus mengalami alih fungsi lahan yang  tidak dapat dibendung. Namun Dinas Pertanian Kota Denpasar  terus berupaya melakukan terobosan terobosan dalam memanfaatkan lahan pertanian sehingga lahan dapat dioptimalkan dan pendapatan petani semakin meningkat. Salah satu terobosan yang sedang diupayakan adalah dengan demplot mina padi dengan varietas cemani (padi hitam) asal cirebon .  Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Ir  I Gede Ambara Putra, M. Agb ditemui pada saat penebaran benih nila di Subak Umalayu (7/8/2017)

          Dengan melakukan mina padi petani dapat memanen 2 produk sekaligus yaitu ikan dan padi Apalagi yang ditanam adalah padi hitam sehingga harga jualnya lebih tinggi mencapai Rp.25.000 per kg. Pelan – pelan di harapkan petani di Kota Denpasar mampu beragri bisnis dan melihat peluang bisnis serta melihat komoditi pertanian yang bernilai jual tinggi. Hal ini dikarenakan posisi Kota Denpasar sebagai daerah pariwisata dan dekat dengan pasar, sehingga akses pasar menjadi lebih mudah dijangkau oleh petani.

          Demplot mina padi yang dilaksanakan di Subak Umalayu dilaksanakan oleh 10 orang petani dengan luasan 5 are yang dengan ketua I Gusti Kompyang Kartika Sekretaris Subak Umalayu. Menurut Kompyang Kartika, mina padi ini merupakan percontohan  yang nanti hasilnya dapat dilihat oleh petani di Subak Umalayu apalagi padi yang ditanam merupakan padi hitam yang banyak khasiatnya.  Budidaya ini dilaksanakan secara organic dan tanpa menggunakan pestisida, dengan demikian ikan yang dihasilkan bebas dari pestisida. “Saya sendiri mempunyai lahan  24 are  dan semuanya ditanami dengan padi hitam karena lebih banyak keuntungaan yang didapat.’, kata Kartika. Menurutnya vareietas cemani sudah ditanam 2 tahun belakangan atas bantuan Dinas Pertanian Kota Denpasar. 

          “Saya sendiri kewalahan untuk menerima pesanan beras hitam“, Kata Kartika . Menurut Kartika pemasaran beras hitam sudah dilakukan secara media on line  dan sudah banyak meempunyai pelanggan. Masalahnya sekarang masih belum banyak petani yang mencoba menanam padi hitam. 


Oleh : nainatrep | 11 Agustus 2017 | Dibaca : 272 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter