Baca Berita

DISTAN DENPASAR PRIORITASKAN PETANI LOKAL

Oleh : nainatrep | 17 Januari 2019 | Dibaca : 163 Pengunjung

     Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar memprioritaskan menjual hasil pertanian nya secara langsung kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan kesejahteraan penjualan hasil pertanian tersebut difasilitasi lewat pasar murah, Denpasar Vestifal  (Denfest) dan pasar pagi yang di gelar setiap minggu di Car Free Day (CFD) di Taman Kota Lumintang, Denpasar.

     Sebelum ada Peraturan Gubernur (Pergub) Bali terkait pemanfaatan buah lokal, kita di Dinas Pertanian Kota Denpasar Sudah lebih dulu memberikan kesempatan kepada petani lokal menjual hasil pertaniannya dipasar murah maupun even lainnya dan melarang pedagang menjual buah import. Kami tetap memberdayakan petani lokal untuk dapat meningkatkan perekonomiannya, “Kata Kepala Dinas Pertanian, Ir. I Gede Ambara Putra, Senin 14/1 kemarin.

     Menurut ambara putra, petani yang menjual hasil pertniannya seperti jeruk, pisang, manggis, pepaya, mangga, durian dan lainnya memberikan partisipasi untuk mengenalkan hasil produksi  pertaniannya kepada masyarakat, sebab, buah lokal yang dijual bisa dipakai dan bersaing dengan buah import yang di jual di pasar tradisional maupun swalayan. Namun, petani tidak boleh mengabaikan kwalitas buah yang akan dijual  sehingga tidak kalah kwalitasnya dengan buah import. “Kalau ada pedagang yang menjual buah import saat pasar murah maupun pameran kami akan keluarkan karena tidak sesuai  dengan konmitmen untuk memperdayakan buah lokal. “ujar Ambara Putra.

     Dia mengimbau kepada pasar swalayan, pasar tradisional dan minimarket mengikuti Pergub Bali ini sebagai pedoman guna membangkitkan hasil pertanian lokal. Dengan adanya aturan seperti ini sangat bagus sehingga gairah petani untuk berusaha di bidang pertanian semakin baik. Apalagi buah lokal selama ini dianggap sebelah mata dan para petani harus bisa menghasilkan buah atau sayuran yang kwalitasnya bagus, “kami harapkan para petani  jangan hanya mampu menyiapkan kwantitas buah, tapi kwalitas menjadi nomor satu agar bisa menembus hotel berbintang yang ada di Denpasar mauoun di kabupaten Badung, “harapnya.

     Lebih lanjut Ambara Putra mengemukakan, hasil pertanian lokal yang di jual di pasar murah yang di gelar menjelang Galungan dan Kuningan tidak saja dari petani  dari badung , namun petani yang menjual hasil produksi seperti manggis dari Desa Dawah, Klungkung. Buah jeruk dijual petani dari kintamani Bangli maupun Desa Pelaga, Petang, Buah mangga dan pisang didatangkan dari tabanan. Petani lokal yang menjul hasil pertaniannya dan para petani memiliki pola pikir bahwa pemasaran produksinya tidak terlalu sulit. Karena ada interaksi langsung antara petni dengan masyarakat (pembeli) sehingga pola pikir yang dipakai sebelumnya bisa berubah. Kami memprioritaskan hasil pertanian lokal dijual di pasar murah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Kota Denpasar, “terangnya.

     Dia berharap, adanya pasar murah tersebut dapat membantu meringankan beban petani, terutama petani kurang mampu. Karena buah –buahan yang dijual harganya sangat kompetitif dengan yang ada di pasaran. “Petani yang kami ikutkan di pasar murah memang mencari kelompok tani yang memiliki produk pertanian yang khas, “tandasnya.


Oleh : nainatrep | 17 Januari 2019 | Dibaca : 163 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
Panen edamame
Video
DOKUMENTASI HUT KOTA DENPASAR
Facebook
Twitter